Tuesday, February 23, 2016

Motivasi: Knowing vs Being

* Tahu namun Tidak Faham inilah sebuah kebodohan
Satu hari sy kedatangan seorang tamu dr Eropa. Sy menawarkan kepadanya melihat2 objek wisata kota Jakarta. Pada saat kami ingin menyeberang jalan, teman sy ini selalu berusaha utk mencari zebra cross. Berbeda dgn sy dan org Jakarta yg lain, dgn mudah menyeberang dimana saja sesukanya. Teman sy tetap tdk terpengaruh oleh situasi. Dia terus mencari zebra cross setiap kali akan menyeberang. Padahal di Indonesia tidak setiap jalan dilengkapi dgn zebra cross. Yg lbh memalukan, meskipun sdh ada zebra cross tetap saja para pengemudi tancap gas, tidak mau mengurangi kecepatan guna memberi kesempatan pada para penyeberang. Teman sy geleng2 kepala mengetahui perilaku masyarakat kita.

Motivasi: Anak yang Terdidik

Anak anak yang dididik dalam keluarga yang penuh kesantunan, etika tata krama & sikap kesederhanaan akan tumbuh menjadi anak anak yang tangguh, disenangi & disegani banyak orang. Mereka tahu aturan makan table manner di restoran mewah. Tapi tidak canggung makan di warteg kaki lima. Mereka sanggup beli barang-barang mewah. Tapi tahu mana yang keinginan dan kebutuhan. Mereka biasa pergi naik pesawat antar kota. Tapi santai saja saat harus naik angkot kemana-mana. Mereka berbicara formal saat bertemu orang berpendidikan. Tapi mampu berbicara santai bertemu orang jalanan.

Tips and Trick: Makan Mie Instan

Mie instan merupakan bagian dari junk food. Mie instan mengandung cukup tinggi karbohidrat dan juga lemak jenuh. Dalam mie instan tidak dilengkapi kandungan lain seperti serat, protein ataupun vitamin. Tentu saja ini membuat mie instan sangat tidak baik jika di konsumsi setiap hari.
  • Kandungan sodium yang terlalu tinggi
  • Beresiko terjadinya kanker

Monday, February 1, 2016

Renungan: Jawaban dari Masalahmu

JIKA sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari luar, maka kehidupan di dalam telur akan berakhir.                              
Tapi......Jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari dalam ....
Maka.... kehidupan baru telah Lahir...
Dan hal-hal besar selalu dimulai dari Dalam...

ALLAH tidak pernah menjanjikan bahwa :

  • Langit itu selalu biru,
  • Bunga selalu mekar, 
  • Mentari selalu bersinar

Tapi ketahuilah bahwa ALLAh selalu memberi:


  • Pelangi di setiap badai,
  • Senyum di setiap air mata,
  • Hikmah di setiap cobaan,
  • Jawaban di setiap doa. 
  • Jangan pernah menyerah sahabat.
  • “Life is so beautiful..”

Tuesday, October 20, 2015

Informasi: Fakta Tentang Metode Penyembelihan Hewan

Jelang Idul Adha, pilih sembelih Sapi dg cara apa?
Hasil  Penelitian Penyembelihan Hewan

Melalui penelitian ilmiah yang dilakukan oleh dua staf ahli peternakan dari Hannover University, sebuah universitas terkemuka di Jerman. Yaitu: Prof.Dr. Schultz dan koleganya, Dr. Hazim. Keduanya memimpin satu tim penelitian terstruktur untuk menjawab pertanyaan: manakah yang lebih baik dan paling tidak sakit, penyembelihan secara Syari’at Islam yg murni (tanpa proses pemingsanan) ataukah penyembelihan dgn cara Barat (dgn pemingsanan)?

Keduanya merancang penelitian sangat canggih, mempergunakan sekelompok sapi yang telah cukup umur (dewasa). Pada permukaan otak kecil sapi-sapi itu dipasang elektroda (microchip) yang disebut Electro-Encephalograph (EEG). Microchip EEG dipasang di permukaan otak yang menyentuh titik (panel) rasa sakit di permukaan otak, untuk merekam dan mencatat derajat rasa sakit sapi ketika disembelih. Di jantung sapi-sapi itu juga dipasang Electro Cardiograph (ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar karena disembelih.

Untuk menekan kesalahan, sapi dibiarkan beradaptasi dengan EEG maupun ECG yang telah terpasang di tubuhnya selama beberapa minggu. Setelah masa adaptasi dianggap cukup, maka separuh sapi disembelih sesuai dengan Syariat Islam yg murni, dan separuh sisanya disembelih dgn menggunakan metode pemingsanan yg diadopsi Barat.

Dalam Syariat Islam, penyembelihan dilakukan dgn menggunakan pisau yang tajam, dgn memotong tiga saluran pada leher bagian depan, yakni: saluran makanan, saluran nafas serta dua saluran pembuluh darah, yaitu: arteri karotis dan vena jugularis.

Patut pula diketahui, syariat Islam tidak merekomendasikan metoda atau teknik pemingsanan. Sebaliknya, Metode Barat justru mengajarkan atau bahkan mengharuskan agar ternak dipingsankan terlebih dahulu sebelum disembelih.

Selama penelitian, EEG dan ECG pada seluruh ternak sapi itu dicatat untuk merekam dan mengetahui keadaan otak dan jantung sejak sebelum pemingsanan (atau penyembelihan) hingga ternak itu benar-benar mati. Nah, hasil penelitian inilah yg sangat ditunggu-tunggu!

Monday, October 19, 2015

Humor: Tebak-TebakanGuru dan Murid

Guru : "Anak-anak, apa nama binatannng yang dimulai dengan huruf G ?".
Dengan cepat Tejo berdiri dan menjawab : "Gajah, bu guru !"

Guru :"Bagus, pertanyaan berikutnya. Apa nama binatang yang dimulai dengan huruf 'D' ?"

Semua murid diam, tapi Tejo kembali berdiri dan menjawab :"Dua gajah, Bu Guru..."

Murid-murid tertawa, guru merasa kesal sama Tejo

Guru :"Tejo, kamu berdiri di pojok sana ! Ayo anak-anak kita lanjutkan. Pertanyaan berikut, binatang apa yang dimulai dengan huruf "M"?  

Semua murid diam.
Tapi lagi-lagi Tejo menjawab dengan tenang : "Mungkin Gajah..."

Guru :"Tejo, kamu keluar dan berdiri di depan pintu!"
Tejo keluar dengan wajah sedih. Guru melanjutkan.

Guru :"Pertanyaan terakhir. Anak-anak, binatang apa yg dimulai dengan huruf "J"?

Guru menunggu jawaban, tapi semua diam.

Tak lama sayup-sayup terdengar suara Tejo dari luar kelas : "Jangan-jangan Gajah"

Saking kesalnya, Bu Guru menyuruh Tejo pulang....

Akhirnya guru lega dan kembali ke kelas.

Guru : "Sekarang anak-anak, binatang apa yang diawali dengan huruf P ?"
Sekali lagi semua murid terdiam.

Tiba-tiba HP bu Guru berdering.
Guru : "Ya hallo..."

HP : 'Maaf bu saya Tejo,  jawabannya, Pasti Gajah"

Guru : Tejooo....!!!!!!!!

Kisah Inspiratif: Bersyukur Atas Semua Hal

Ada seorang ibu rumah tangga yang memiliki 4 anak laki-laki.
Urusan belanja, cucian, makan, kebersihan & kerapihan rumah dapat ditanganinya dengan baik.
Rumah tampak selalu rapih, bersih & teratur dan suami serta anak-anaknya sangat menghargai pengabdiannya itu.
Cuma ada satu masalah, ibu yg pembersih ini sangat tidak suka kalau karpet di rumahnya kotor. Ia bisa meledak dan marah berkepanjangan hanya gara-gara melihat jejak sepatu di atas karpet, dan suasana tidak enak akan berlangsung seharian. Padahal, dengan 4 anak laki-laki di rumah, hal ini mudah sekali terjadi terjadi dan menyiksanya.
Atas saran keluarganya, ia pergi menemui seorang psikolog bernama Virginia Satir, dan menceritakan masalahnya.
Setelah mendengarkan cerita sang ibu dengan penuh perhatian, Virginia Satir tersenyum & berkata kepada sang ibu :