Pada jaman Rosulullah kurma yg dimakan untuk berbuka adalah buah kurma ASLI yg sudah masak dan bukan buah kurma hasil olahan. Sementara kurma yg beredar di Indonesia terdapat juga kurma hasil olahan, lebih ke manisan kurma yang mengandung pemanis sangat berlebih yang dapat memicu berbagai penyakit. Hal inilah yg membedakan. Memang ada kurma yg bukan jenis manisan tetapi harganya mahal. Sehingga masyarakat lebih memilih yg harga murah dan ironisnya tidak tahu bahwa kurma ini hasil olahan.
Pada bulan ramadhan, banyak masyarakat yg karena sayang atau krn alasan lain, banyak yg melalukan hal ini yaitu sayur yg masih ada lebih setelah berbuka, dipanasi lagi untuk makan sahur. Padahal sayur apabila dipanasi ulang maka kandungan gizinya akan berubah, hal ini yg tidak diketahui oleh masyarakat.
Contoh:
Sayur bayam (Amaranthus spp).
Bayam mengandung zat besi dan kaya nutrisi spt, dlm 100g mengandung 2,3g protein, 2,3g karbohidrat, 3g besi, 81g kalsium, dll. Tetapi bila dipanasi ulang maka zat besi (Fe2) dlm bayam akan berubah menjadi Asam Nitrat dll. Dan ini beracun serta sangat tdk dianjurkan krn berdampak dpt memicu berbagai penyakit termasuk kanker.
Batas aman sayur bayam sekitar 4 jam setelah masak. Dan pemanasan saat memasak kira2 40% jadi tidak masak betul ( setengah matang).
Berikut beberapa sayur / makanan yg bila dipanasi ulang akan berdampak negatif bagi kesehatan (5-10 th kemudian) krn perubahan unsur kimia, :
Sayuran yg ada :
- Bayam
- Kangkung
- Santan
- Jamur
- Kentang
- Telur
- Seledri
- Gorengan
Tips aman bila terpaksa, panaskan dng api kecil, sudah terasa hangat kuku, selesai.
Catatan: masih dlm kurun 4 jam setelah dimasak awal.
MOTO " Kesehatan adalah nomor satu "
Semoga Bermanfaat
No comments:
Post a Comment