Saturday, October 10, 2015
Renungan: Kisah Tiga Pemuda dan Sekarung Emas
Dalam kitab Minhajul Abidin Hujjatul Islam Imam Ghazali R.A. berkisah.. Konon pada suatu saat Nabi Musa A.S. berjalan disuatu perbukitan. Sedang asyik berjalan beliau dikejutkan oeh suatu pemandangan sangat memilukan, didepannya tergeletak mati tiga orang laki yang di dekat ketiga mayat tergeletak karung yang ternyata didalmnya berisi penuh emas. Kondisi mayat tersebut tidak sama.. Dua mayat mulutnya mengeluarkan busa putih kental, sedangkan satu mayat lainnya tetgeletak dengan leher luka memar berdarah menandakan dia mati tetpukul dan di dekatnya tergeletak sepotong kayu panjang berdarah. nabi Musa bertanya dalam hati, ada kejadian apa sehingga ketiga laki laki ini tergeletak mati. Tidak lama uncul Jibril mendekati Musa, lantas berkata. " Tahukah kau Musa.. Ketiga orang ini lupa dgn tujuan perjuangan akibat keserakahan dan ketamakan mereka. Mereka pada awalnya berjuang bersama dengan semangat judang yg sangat tinggi untuk membongkar sebuah goa tua yg konon didalamnya tersimpan harta karun yg disbunyikan para perompak. Mereka mendapatkan emas yg dicari lalu membawa pergi sekarung penuh emas dipikul bergantian. Sampailah mereka ditempat perisrirahatan atau pemberhentian yg nyaman. Meraka beristirahat kecapekan sambil menikmati angin sepoi yang bertiup lembut.. Setelah beristirahat sejenak perut metekapun berkeruyuk kelaparan. Salah satu dari mereka menyampaikan usul, " sobat bagaima kalau aku mencari nasi bungkus kepul di kampung mterdekat ". Baik kata yg dua lainnya.. Kami akan tetap disini menunggumu untuk membawakan kami makanan. Pergilah salh seorang dari mereka utk mendapatkan makanan. Setelah mendapatkan tiga bungkus makanan muncullah ide dibenaknya.. Alangkah akan sangat menguntungkan jika dua bungkus makanan ini kububuhi racun sehingga dua temanku akan mati dan sekarung emas itu akan jadi milikku sendiri. Maka dimakanlah sebun gkus makanan diperjalanan sampai kenyang, lalu selesai makan dia membubuhi dua bungkus lainnya dengan serbuk racun yg sangat mematikan. Sementara dua teman yg ditinggal juga punya rencana jahat.. Mereka barsepakat akan memukul temannya yg mencari makanan dgn pemukul kayu yg tlh disiapkan sesampainya di tempat itu, mereka berharap jika pembawa makanan mati, maka sekarung emas hanya akan dibagi dua. Kawan silahkan makan makanan ini, aku telah makan tadi diwarung tempat membeli makanan. Begitu dua bungkus nasi diterima, maka sang pembawa nasi dipukul dengan pemukul kayu oleh dua temannya yg lain hingga mati tergeletak bersimbah darah yg mengucur dari tengkuknya. Setelah sang teman mati, maka kedua orang tadi segera makan badi bungkus yg tergeletak dibawah. Apa yang terjadi.. terlihatlah pemandangan yg memilukan, tiga orang tadi mati tergeletak.. Tanpa dapat menikmati sekarung emas diperjuangkannya. Apa hikmah yg dapat kita petik dari kejadian tersebut ?... Tidak sedikit perjuangan yg gagal karena.. Setelah perjuangan menampakkan hasil kita bertarung bertekak dgn teman sendiri untuk berebut jabatan dan posisi di lembaga atau amal usaha yg kita bangun bersama.. Niat perjuangan yg semula ikhlas diperjalanan dpt berubah karena ketamakan dan keserakahan yg tetap bercokol di hati kita.. Na'udzu billahi Min dzalik.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment