Monday, August 3, 2015

Motivasi: Merendahkan Diri dan Selalu Membutuhkan-Nya

Syekh Ibnu Atha’illah mengatakan: “Wahai saudaraku, ingatlah bahwa jika engkau ingin menang terhadap musuhmu serta ingin mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat, engkau harus bersikap tawaduk dan merendah. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Allah telah memenangkan kalian dalam Perang Badar di saat kalian sebenarnya lemah.” (QS Ali Imran [3]: 123)

Jika engkau ingin diberi, maka tunjukkanlah sikap papa (lemah) dan merasa butuh kepada-Nya. Bukankah Allah berfirman, “Sedekah (zakat) itu hanya diberikan kepada para fakir misikin.” (QS At-Taubah [9]: 60).
Jika engkau ingin diberi karunia dan ingin agar mata batinmu bersinar, tampakkan kepapaan dan rasa butuhmu kepada-Nya. Karena, ketahuilah bahwa cahaya Tuhan terdiri dari dua bagian cahaya, yakni cahaya yang masuk ke dalam kalbu dan cahaya yang sampai kepadamu namun tidak masuk ke dalamnya. Maka, bisa jadi cahaya tersebut sudah sampai, tapi karena kalbumu masih terisi oleh gambaran dunia, ia pergi kembali ke tempat semula.



Maka dari itu, kosongkanlah kalbumu dari sesuatu selain Allah agar bisa diisi dengan makrifat dan berbagai rahasia. Seorang yang mengaku Muslim seharusnya sibuk dengan berdzikir dan memuji Allah daripada memuji diri sendiri agar ia bertambah tawaduk. Hendaknya, ia juga sibuk dengan hak-hak Allah daripada sibuk mengingat hak-hak pribadinya sendiri agar ia bertambah ikhlas.

Syekh Ibnu Atha’illah dalam Bahjat An-Nufus

Riset Ilmiah membuktikan :

  1. Sebuah smartphone, 70% fiturnya tidak terpakai (mubazir).
  2. Sebuah mobil mewah, 70% speednya mubadzir.
  3. Sebuah villa mewah, 70% luasnya dibiarkan kosong.
  4. Sebuah Universitas, 70% materi kuliahnya tidak dapat diterapkan.
  5. Seabreg kegiatan sosial masyarakat, 70% nya iseng² tidak bermakna.
  6. Pakaian & peralatan dalam sebuah rumah, 70%nya nganggur tidak terpakai.
  7. Seumur hidup cari duit banyak², 70% nya dinikmati ahli waris.

" Hidup seperti pertandingan bola " Babak Pertama (masa muda) ; menanjak karena pengetahuan, kekuasaan, jabatan, usaha bisnis, salary, dsb.
"Babak kedua (masa tua) menurun karena darah tinggi, trigliserid, gula darah, asam urat, kolestrol, dsb.
Waspada dari awal hingga akhir..

Kita harus menang 2 Babak !!
Sebaiknya..

  • Walau tidak haus, kita juga harus minum
  • Walau galau juga harus cari solusi.
  • Walau benar juga harus mengalah.
  • Walau powerfull juga perlu merendah.
  • Tidak capek pun perlu rehat.
  • Tidak kaya pun perlu bersyukur.
  • Sesibuk apapun juga perlu olahraga.


No comments:

Post a Comment